Alasan Driver Ojol Tolak 8 Jam Kerja Sehari Saat Uji Publik Rancangan Permenhub dan Reaksi Ahmad Yani

2019-02-12 09:15:06 Wita | tribun-timur.com


TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menggelar uji publik Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Aturan Driver Ojek Online di Kota Makassar, Senin (11/2/2019).

Uji publik ini juga dihadiri perwakilan mitra driver online di Makassar.

Acara berlangsung seru karena perwakilan driver ojol meminta kemenhub tidak arogan dengan membuat aturan tanpa kajian mendalam dan komprehensif.

Puluhan Mitra Driver Gojek mengunjungi acara Uji Public rancangan aturan driver ojek online oleh Kementrian Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Darat di The Rinra Hotel, Jl Metro Tanjung Bunga No, Panambungan, Mariso, Makassar, Senin (11/2/2019).

Kedatangan para Mitra Driver Gojek tersebut merupakan penolakan Peraturan Menteri (PM) mengatur soal ojek online.

Untuk diketahui, saat ini pihak Kementrian Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Darat melakukan Uji Publik Rancangan Peraturan Menteri tentang perlindungan keselamatan pengguna sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Perwakilan mitra driver Gojek, Fahrul dalam forum tersebut mengatakan menolak peraturan tersebut karena dapat merugikan pihak driver, konsumen dan pihak Gojek.

Menurutnya, kondisi pasar yang terjadi di Makassar berbeda dengan Jakarta yang telah dilakukan uji publik.

"Kami menolak bukan berarti tidak diuji publik, tapi inilah keputusan dari uji publik tersebut," kata Fahrul. 

VP Corporate Affairs Gojek, Michael saat mengkonfirmasi Tribun Timur, Senin (11/2/2019) melalui pesan whatsapp mengatakan saat ini masih menggu hasil akhir dari rancangan Permenhub tersebut.