Berbelit-belit, Jaksa Bingung Dengar Keterangan Kadis Kominfo Jeneponto

2018-07-12 20:35:18 Wita | tribun-timur.com


Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat mengaku bingung dengan keterangan Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Kominfo) Jeneponto, Amir Syarifuddin.

Amir Syarifuddin didudukan dalam kursi Pengadilan Tindak Pidana (Tipikor) Makassar, Kamis (12/07/2018), sebagai terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pembangunan pasar Karisa pada Dinas Perhubungan Kabupaten Jeneponto.

Jaksa kebingungan karena keterangan terdakwa di ruang persidangan lebih banyak tidak tahu dan berbelit belit.

"Keteranganya bikin bingung," kata JPU Abdullah di ruang persidangan.

Salah satunya adalah masalah pekerjaan pemadatan dan penimbunan Pasar Karisa. Ia mengaku tidak tau dan bukan tupoksinya.

Padahal terdakwa yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Jeneponto Tahun 2015 yang berperan selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Begitupula masalah nilai kontrak dan masa kontrak kerja, mantan Kadis Hub Jeneponto menegaskan lupa persoalan itu.

Adapun masalah uang senilai Rp 20 juta yang diterima dari PPK, terdakwa mengakui hal itu. Uang diterima dari PPK setelah pekerjaan selesai.

"Waktu itu saya tidak tau uang apa. Saya hanya dibawakan saja dia hanya bilang dari Hasanudddin," tuturnya.