Curhat Bos Arema FC Sebelum Tandang ke Makassar, Kelewatan Jika PSM Tak Dapat 3 Poin!

2018-10-12 08:39:18 Wita | tribun-timur.com


/* $ = jQuery.noConflict(); $(document).ready(function(){ $('.txt-article > iframe, .txt-article > * > iframe').each(function() { var currentElement = $(this); var h = currentElement.attr("height"); var w = currentElement.attr("width"); var nw = $(window).width() - 30; var nh = (h / w) * nw; var r = h/w; currentElement.css({"max-width":"100%","width":nw+"px"}); if(r > 0.563 || r < 0.561) { if(nw < 500) nh = nh + 25; if(nw < 400) nh = nh + 40; if(nw < 300) nh = nh + 45; } currentElement.css("height",nh+"px"); //currentElement.css("height",currentElement.contents().find("body").height()+"px"); }); }); */

Curhat Bos Arema FC Sebelum Tandang ke Makassar, Kelewatan Jika PSM Tak Dapat 3 Poin!

TRIBUN-TIMUR.COM - Pekan 25 akan sangat menentukan nasib PSM bersaing di bursa Juara Liga 1 musim ini.

Tiga poin harga mati sembari berharap pemuncak klasemen Persib Bandung tergelincir di markas Persipura Jayapura.

Tiga poin realistis mengingat calon lawan PSM adalah Arema FC. 

Arema baru saja dibuat 'syok' dengan sanksi berat dari Komdis PSSI setelah huru-hara saat Arema FC menjamu Persebaya Surabaya pekan sebelumnya.

Sebelum tandang ke Makassar, Bos Arema FC curhat.

CEO Arema FC, Iwan Budianto memberikan komentarnya terkait dampak kerugian yang nantinya akan dialami Arema FC terkait sanksi dari Komdis PSSI.

Sanksi berat yang diberikan oleh Komdis PSSI kepada Arema FC nampaknya telah diterima dengan lapang dada oleh Iwan Budianto.

Sebelumnya Komdis telah memberikan sanksi kepada Arema FC terkait kerusuhan pada saat Derby Jatim menjamu Persebaya Surabaya 6 September lalu.

Kemudian, suporter mereka dilarang memberikan dukungan pada laga tandang sampai akhir musim kompetisi 2018.