Dari Diskusi Mahasiswa Unhas: Hewan Bisa Selamatkan Manusia dari Bencana Alam

2018-10-12 21:33:37 Wita | tribun-timur.com


Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Prodi Geofisika Unhas, Dr. M. Altin Massinai menyebutkan, hewan mampu selamatkan manusia dari bencana alam.

"Hal itu sudah terjadi dan dibuktikan saat gempa bumi di Jepang," ungkap Dr. Altin saat Diskusi Fenomena Alam di Redaksi Tribun Timur, Jumat (12/10/2018) sore.

Seperti diketahui, Diskusi Memahami Fenomena Alam dan Urgensi Edukasi dan Mitigasi Bencana digelar oleh tim IKA FMIPA Unhas dan Geofisika Unhas.

Kata Altin, alasan kenapa hewan bisa menyelamatkan manusia dari bencana gempa yang terjadi di Jepang itu, karena hewan cepat menangkap frekuensi.

Menurutnya, manusia hanya mempu dan bisa menerima frekuensi antara 20 ribu hertz sampai 200 ribu hertz, tapi kalau binatang itu berada di bawah 10 ribu.

"Itu artinya hewan lebih cepat dapatkan frekuensi yang ada di alam ini. Andainya manusia seperti itu maka setiap detik manusia itu sempoyongan," ujar Altin.

Dr. Altin Massinai mengaku, salah satu fenomena dan tanda yang bisa diketahui dari hewan seperti burung saat burung berbondong terbang tidak biasanya.

"Hampir semua hewan bisa memberi pesan frekuensi. Entah itu burung atau anjing dan lainnya, memang harus ada pakar biologi yang jelaskan," tambahnya.

Mahasiswa Unhas yang hadiri diskusi Memahami Fenomena Alam dan Urgensi Edukasi, Mitigasi Bencana digelar IKA FMIPA dan Geofisika Unhas, tegang.

Ketegangan mahasiswa itu jelas terlihat dari cara duduk, cara menyimak materi yang dijelaskan Dr. Altin melalui setiap peta gambar slide dari patahan Sesar.

Walau demikian, mahasiswa yang hadir dan menyimak penjelasan. Mereka juga sempat manatap satu sama lain saat Dr. Altin menyebut ada titik Sesar di Sulsel.

Titip Sesar atau patahan dan geseran dari Palu Koro Sulteng masuk ke daerah Palolo, Kulawi, lalu Mangkutana, Batui, Matano Sorowako dan Kolala Sultra.