Dosen Unibos Bantu Warga Maros Tingkatkan Kualitas Bandeng

2018-09-14 21:39:06 Wita | tribun-timur.com


Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Dosen Universitas Bosowa (Unibos), Dr Andi Abriana, Erni Indrawati dan Rahmawati Rahman yang tergabung dalam program pengabdian masyarakat, membantu pengembangan salah satu produk di Desa Borimasunggu Kecamatan Maros Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (14/9/2018).

Produk daerah yaitu bandeng cabut duri ini telah dikembangkan beberapa tahun sebelumnya melalui produk Kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM) Tegar Mandiri dan Kelompok Petambak H. Amir.

Tim Dosen Unibos dalam pengembangannya membantu dalam peningkatan kualitas hasil bandeng cabut duri hingga dapat diterima dengan baik di pasaran tidak hanya lokal tetapi juga diluar Kabupaten Maros.

“Kami memberikan penyuluhan dan pelatihan pengelolaan tambah, pengelolaan bandeng cabut duri agar memiliki kualitas lebih dari sebelumnya dan memberikan praktik pengolahan kemasan yang berkualitas juga," kata Dr Andi Abriana, MP yang juga salah satu dosen Fakultas Pertanian Unibos.

Untuk kemasan bandeng cabut duri, digunakan metode vakum dengan membaurkan hasil produk kelompok UKM tersebut dengan menggunakan bantuan teknologi yang sudah sangat berkembang saat ini. Apalagi kemasan sangat berpengaruh kepada kualitas isi produk kata Abriana.

“Kelompok UKM kami beri pelatihan karena kami melihat bandeng cabut duri yang dihasilkan memiliki peluang untuk mendapat pasar yang lebih luas. Sebab dari rasa sudah berkualitas. Terlebih apalagi peluang penghasil bandeng di Kabupaten Maros sangat melimpah dan sangat disukai masyarakat. Agar jangkauan penjualan lebih luas lagi,maka perlu dilakukan inovasi dalam pengembangannya. Apa lagi bandeng cabut duri ini sudah aman dikonsumsi segala usia juga pada anak-anak agar tidak takut tertelan duri bandeng”, tambah Abriana.

Upaya dosen Unibos membantu dalam peengembangan dan peningkatan omset pendapatan waega, mendapat sambutan baik dari kelompok UKM Tegar Mandiri Ahmad Zain sebagai penghasil produk bandeng cabut duri.

“Kami berharap pelatihan ini bisa membantu kami menjadikan produk UKM kami sebagai salah satu produk unggulan. Karena memang kami sangat butuh arahan bukan hanya pada produksinya tetapi juga pemasarannya agar tidak tertinggal dari produk sejenis lainnya. Dari sebelumnya, setidaknya dengan perpaduan pelatihan ini, produk bandeng kami bisa lebih tahan lama. Biasanya hanya 3 bulan kali ini bisa bertahan hingga 6 bulan,"kata Ahmad Zain

Ahmad juga menjelaskan, dulunya ia bersama pelaku usah alainnya masih menggunakan teknik pressing dan sekarang sudah dibantu untuk menggunakan metode baru yang diharapkan lebih efektif dan efesienserta bisa mendongkrak pendapatan warga.