DPRD Makassar Angkat Bicara Soal Kewajiban Membawa Laptop UNBK

2018-04-10 17:24:00 Wita


Bece.co.id - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar, Muhtar Tahir mengatakan bahwa untuk persiapan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ajaran 2017/2018 tingkat SMP/MTs sederajat mencapai 99 persen.


Kendati demikian, UNBK yang beberapa hari lagi itu, masih menyimpan sedikit persoalan yakni fasilitas penunjang berupa laptop yang diwajibkan untuk dibawa masing-masing peserta ujian. Sebagaiamana sebelumnya yang telah diungkapkan oleh Plt Kadisdik Makassar, Muhtar Tahir bahwa ada strategi tertentu yang diterapkan oleh masing-masing sekolah guna mensukseskan UNBK, dalam hal ini penyediaan laptop sendiri.


Anggota DPRD Makassar Komisi D, Basdir menanggapi terkait adanya kewajiban yang membebankan orangtua pelajar dalam hal penyediaan laptop guna UNBK nantinya. Menurutnya, DPRD Makassar ketika rapat dengan Dinas Pendidikan beserta seluruh Kepala Sekolah SMP Se-Kota Makassar, pernah mempertanyakan kewajiban yang dibebankan kepada orangtua pelajar.


“Inilah salah satu hal yang kami pertanyakan waktu rapat, alasan mereka bahwa memang tidak ada anggaran untuk pengadaan hal tersebut,” ujarnya kepada Online24, Selasa (10/4/2018) kemarin.


Ia berpandangan bahwa hal ini tidak dapat dibiarkan begitu saja. Pasalnya, tidak ada pertimbangan mendalam bagi keluarga yang kurang mampu untuk mempersiapkan laptop yang diwajibkan itu. Belum lagi, laptop itu harus disimpan hingga sebulan.


Hal ini tentu kurang relevan, mengingat saat ini tidak mungkin akan ada yang berani meminjamkan laptop hingga sebulan penuh, sebagaimana kewajiban itu berlaku di sekolah SMP Negeri 4 Makassar.


“Kasihan orangtua siswa kita yang harus pontang-panting mengusahakan laptop, apalagi jika siswa tersebut, orang yang kurang mampu,” kata Basdir.


Lebih lanjut, Anggota DPRD dari fraksi Partai Demokrat itu menyebutkan bahwa sudah sepantasnya Dinas Pendidikan menyiapkan anggaran pengadaan fasilitas penunjang UNBK tersebut.


“Mestinya dinas pendidikan sudah mengantisipasi hal tersebut, karena UNBK itu kan tiap tahun di laksanakan. Harusnya tahun ini sudah disiapkan anggaran untuk itu, namun Dinas Pendidikan tidak menyiapkan anggaran untuk itu,” ungkap Basdir.


Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan hingga saat ini, Rabu (11/4/2018) belum memberikan tanggapan setelah dicoba berulang kali untuk dikonfirmasi.


Sebelumnya, seorang pelajar di SMP Negeri 4 Makassar, Yoga merasa tidak mampu untuk memenuhi syarat tersebut. Alhasil, ia dan beberapa rekannya tidak diikutkan dalam tiap simulasi UNBK yang diadakan oleh sekolah tersebut.