Gotong Jenazah ke Rampi Luwu Utara Bukan yang Pertama

2019-02-12 13:36:26 Wita | tribun-timur.com


TRIBUNLUTRA COM, RAMPI - Gotong jenazah kembali dilakukan puluhan warga Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Jenazah Renti Tanta warga Desa Tedeboe digotong dari wilayah Desa Badangkaia, Kecamatan Lore, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, karena tak mampu membayar sewa pesawat.

"Ditandu sehari dengan jarak sekitar 45 kilometer. Melalui hutan belantara yang penuh dengan terowongan dan tanjakan," ujar warga Rampi, Frans, Senin (11/2/2019).

Renti meninggal dunia di RSUD Andi Djemma Masamba pada Kamis 7 Februari 2019.

Keluarga awalnya ingin membawa jenazah Renti ke Rampi menggunakan pesawat perintis dari Bandara Andi Djemma Masamba.

"Tapi tarifnya sangat mahal, Rp 50 juta. Di mana kita mau ambil uang," ujar Frans.

Gotong mayat bukan yang pertama dilakukan warga Rampi.

Desember 2017 lalu, warga Desa Onondowa, Rampi, juga bahu membahu menggotong jenazah keluarga sejauh 36 kilometer.

Jenazah Mesak Wungko juga digotong dari wilayah Lore usai meninggal dunia di Masamba.

Rampi berjarak 86 kilometer dari Masamba, ibu kota Luwu Utara dan merupakan salah satu kecamatan terpencil.