Hubungan PT Lonsum Bulukumba dan Warga di Desa Tamatto Kembali Memanas

2019-02-11 15:17:37 Wita | tribun-timur.com


TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Hubungan pihak PT London Sumatera (Lonsum) bulukumba dengan sekelompok warga, termasuk masyarakat Adat Kajang, kembali memanas, Senin (11/2/2019) pagi.

Hal tersebut dipicu lantaran pihak PT Lonsum mengerahkan ribuan pekerjanya untuk melakukan penanaman kembali di wilayah sengketa, di Dusun Tamappalalo, Desa Tamatto, Kecamatan Ujung Loe.

Padahal sudah ada surat rekomendasi dari Polres bulukumba, yang meminta untuk tak dilakukan penanaman sementara waktu.

Sebelum Tim Kecil yang dibentuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), melakukan pengukuran ulang Hak Guna Usaha (HGU).

"Berdasarkan koordinasi kami dengan Badan Pengawas Tenaga Kerja, tindakan yang dilakukan Lonsum untuk mengerahkan pekerjanya, itu melanggar hukum," ujar Ketua Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Bulukumba, Rudy Tahas.

Rudy mengecam tindakan yang dilakukan oleh PT Lonsum tersebut, karena dinilai memaksakan kehendak, yang berpotensi menimbulkan kericuhan.

Humas PT Lonsum Bulukumba, Muh Rusli, yang coba dimintai konfirmasinya belum memberikan tanggapannya.

Saat dihubungi via telepon, juga sedang berada diluar jangkauan alias tidak aktif.

Sekadar diketahui, masyarakat setempat meminta PT Lonsum Bulukumba untuk melepas sekitar 2000 hektare lahan HGU-nya.

Pasalnya, lahan itu disebut merupakan lahan perkebunan milik warga sekitar.