Kado untuk HANI 2018, Sulsel Masuk 7 Besar Penggunaan Narkotika Nasional

2018-07-12 20:03:14 Wita | tribun-timur.com


Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulsel mencatat Sulsel masuk 7 besar daftar penggunaan narkotika di tahun 2018.

Catatan itu menjadi kado penting saat BNN Sulsel memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2018, di Balai BNN Baddoka, Makassar, Kamis (12/7/2018).

Kepala BNN Sulsel Brigjen Pol Mardi Rukmianto menyebutkan, tercatat dari 34 provinsi di Indonesia dan Sulsel masuk tujuh besar penyalagunaan.

"Ini mengalami peningkatan prevalensi yang cukup tinggi, karena ditahun 2015 kita (Sulsel) hanya tempati urutan ke 9 dari 34 Provinsi," ungkap Brigjen Mardi.

Penyalahgunaan narkoba di 34 provinsi dilaksanakan BNN dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia pada tahun 2015.

Karena 2015, Sulsel menempati posisi 9.

Angka ini diperoleh dari angka prevalensi penyalahgunaan narkoba sebesar 2.27 persen atau sebanyak 138.937 orang.

Kemudian, dilakukan lagi survei di 2017 Sulsel mengalami peningkatan menjadi posisi 7 dengan angka prevalensi 1.95 persen atau sebanyak 133.503 orang.

"Selain itu juga terdapat 30 sampai 40 orang yang meninggal dunia dengan sia-sia disetiap harinya ini diakibatkan oleh penggunaan narkotika," lanjut Mardi.

Sementara itu, data kasus penegakan hukum narkoba di Polda Sulsel dan BNN Sulsel di 2016 ada 1.613 kasus, di 2017 alami penurunan sebanyak 1.442 kasus.

Kata Brigjen Mardi, hal itu dari jumlah bandar dan pengedar pada tahun 2016 sebanyak 12.423 orang. Dan tahun 2017, mengalami peningkatan 19.514 orang.

Kemudian dari jumlah pengguna pada tahun 2016 sebanyak 15.869 orang dan pada tahun 2017 kembali mengalami kenaikan sebanyak 21.961 pengguna.

Untuk bidang Rehabilitasi ditahun 2016, berjumlah 1.214 residen yang menjalani rehabilitasi. Sedangkan 2017 mengalami penurunan yaitu sebanyak 794 residen.

Selain itu, untuk memberikan pelayanan pasca rehabilitasi kepada 221 mantan pengguna dan jumlah penggiat anti narkoba sebanyak 80 kelompok. (*)Attachments area