Nongki Bareng Idris Manggabarani: Semester 2 Putuskan Mandiri, Jadi Marketing Vespa Sambil Kuliah

2018-12-07 21:39:51 Wita | tribun-timur.com


Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bagi sebagian masyarakat Sulawesi Selatan, nama Andi Idris Manggabarani tentu tidak asing lagi.

Kiprahnya dalam ekonomi dan sosial kemasyarakatan di daerah Sulsel telah memberi sumbangsih nyata dalam pembangunan daerah.

Buktinya? Melalui unit-unit perusahaannya, ia telah menyediakan ribuan lapangan kerja bagi masyarakat Sulsel. Hal ini di luar kerja sosialnya. Sedekah bantuan dana, bersih masjid, donor darah, dan aksi sosial lainnya tak luput dilakukan.

Beruntung Tribun Timur di Nongrong Sambil Diskusi (Nongki) ke-34, menguliti cerita sukses anak ke-12 dari Andi Hasan Manggabarani, mantan Bupati Polewali Mandar itu di lantai 4 Gedung Tribun Timur Jl Cenderawasih No 430 Makassar, Kamis (6/12/2018).

Di awal cerita, suami Nur Lily itu kilas balik kala memutuskan hidup mandiri. Pascatamat di bangku SMA, tepatnya di Kartika Chandra Kirana Makassar Jl Sudirman Makassar pada 1982, ia perlahan berani menolak pemberian orang tuanya. Hingga di bangku kuliah, ia pun berjanji.

"Semester 2 di Fakultas Ekonomi Unhas, saya memutuskan untuk tidak menerima bantuan dari orang tua," katanya.

Kenapa? "Orang tua saya sudah banyak keluarkan dana untuk memesarkan anak-anaknya. Tepatnya 11 kakak saya, saya anak ke-12, paling bungsu. Saya pun tidak ingin menyusahkannya," kata lelaki kelahiran Makassar, 27 Januari 1964 itu.

Otomatis, Komisaris Utama IMB Grup saat itu harus mencari kerjaan. "Saya mencari kerjaan sana-sini. Alhamdulillah diterima di perusahaan otomotif, diler motor Vespa, PT Diana Indonesia sebagai marketing," katanya.

Uniknya, saat berhadapan dengan manager, Idris bilang tidak ingin digaji. "Saat itu saya tidak berfikir gaji, intinya mau membuka diri, perbanyak networking dengan tekad kuat. Saya tidak perlu gaji dulu. Biarkan saya kerja dan hasil dari kerja saya itu, baru dibayarkan," ujarnya.