PB IPMR Minta Pemkab Luwu Utara Perhatikan Rampi

2019-02-12 13:36:45 Wita | tribun-timur.com


/* $ = jQuery.noConflict(); $(document).ready(function(){ $('.txt-article > iframe, .txt-article > * > iframe').each(function() { var currentElement = $(this); var h = currentElement.attr("height"); var w = currentElement.attr("width"); var nw = $(window).width() - 30; var nh = (h / w) * nw; var r = h/w; currentElement.css({"max-width":"100%","width":nw+"px"}); if(r > 0.563 || r < 0.561) { if(nw < 500) nh = nh + 25; if(nw < 400) nh = nh + 40; if(nw < 300) nh = nh + 45; } currentElement.css("height",nh+"px"); //currentElement.css("height",currentElement.contents().find("body").height()+"px"); }); }); */

TRIBUNLUTRA.COM, RAMPI - Pengurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Rampi (PB IPMR) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara, Sulawesi Selatan, memperhatikan daerah mereka.

"Jangan karena kami berada di wilayah terpencil sehingga kami tidak mendapat perhatian. Daerah kami juga sangat membutuhkan perhatian," kata Ketua Umum PB IPMR, Bangsi Bati, Selasa (12/2/2019).

Menurut Bangsi, perbaikan jalan, pembenahan sektor pendidikan dan kesehatan adalah hal yang mendesak di Rampi.

"Pemkab Luwu Utara tidak boleh diam dan terus tutup mata dengan kondisi pahit yang kami rasakan di Rampi," kata dia.

Wilayah Rampi berada di bagian utara Luwu Utara berbatasan dengan Sulawesi Tengah.

Enam desa di kecamatan terpencil dan tertinggal dihuni sekitar 3.164 penduduk.

82 kilometer akses darat menuju Rampi dari ibu kota Luwu Utara, Masamba, baru bisa dilalui menggunakan motor yang telah dimodifikasi.

Akses yang sangat sulit membuat jarak tempuh terbilang lama. Kadang hingga dua hari.

"Sebenarnya ada penerbangan ke Rampi menggunakan pesawat perintis. Tapi terbatas dan tarifnya kadang sangat tidak terjangkau," kata Bangsi. (TribunLutra.com)

Laporan Wartawan TribunLutra.com, @chalik_mawardi_sp

 

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

S