Rekam Jejak Egianus Kogoya, Pemimpin KKSB yang Bantai Pekerja di Papua, Sungguh Bengis

2018-12-07 23:06:28 Wita | tribun-timur.com


/* $ = jQuery.noConflict(); $(document).ready(function(){ $('.txt-article > iframe, .txt-article > * > iframe').each(function() { var currentElement = $(this); var h = currentElement.attr("height"); var w = currentElement.attr("width"); var nw = $(window).width() - 30; var nh = (h / w) * nw; var r = h/w; currentElement.css({"max-width":"100%","width":nw+"px"}); if(r > 0.563 || r < 0.561) { if(nw < 500) nh = nh + 25; if(nw < 400) nh = nh + 40; if(nw < 300) nh = nh + 45; } currentElement.css("height",nh+"px"); //currentElement.css("height",currentElement.contents().find("body").height()+"px"); }); }); */

TRIBUN-TIMUR - Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya yang bertanggung jawab atas pembantaian pekerja di Papua.

Siapa Egianus Kogoya pemimpin KKB di Papua, si otak pembantaian pekerja di Nduga, Papua?

Kasus penembakan oleh kelompok bersenjata di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua setidaknya mengakibatkan 19 pekerja PT Istaka Karya meninggal.

Jumlah korban bisa jadi bertambah karena belum bisa dipastikan.

Dikutip dari BBC, para pekerja tersebut sedang merampungkan pembangunan Jembatan Kali Aroak dan Jembatan Kali Yigi.

Pihak aparat menuding bahwa otak dari penyerangan ini dipimpin oleh Egianus Kogoya, yakni pemimpin KKSB tersebut.

Sidney Jones, seorang pengamat terorisme, menyebutkan, kelompok Egianus Kogoya merupakan sindikat dari Kelly Kwalik, komandan dari sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang tewas dalam penyergapan polisi pada 2009 silam.

Sidney mengatakan bahwa Egianus dan anak buahnya dikenal lebih militan dan mayoritas masih muda.

Mereka pernah membuat keributan pada Juli lalu saat mencegah pelaksanaan pemilu.

"Biasanya OPM ini terdiri dari faksi-faksi. Di Nduga, satu faksi yang berkuasa dan sempalan dari Kelly Kwalik yang dulu bergerak di Timika, tapi orang-orang ini muda dan lebih militan," ujar Sidney Jones kepada BBC News Indonesia.