Target Sejuta Wisatawan, Kemenpar RI Promosi Danau Toba di Makassar

2018-12-07 21:29:35 Wita | tribun-timur.com


Laporan Wartawan Tribun Timur Muhammad Abdiwan

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sejalan dengan potensi, peluang dan prospek yang luar biasa sektor Pariwisata, Pemerintah Kabinet Kerja Jokowi – JK, mengambil kebijakan strategis untuk memberikan perhatian khusus dan lebih besar terhadap sektor pariwisata.

Dikutip dari rilis yang diterima tribun-timur.com, hal itu dilakukan agar tumbuh dan berkembang pesat serta mampu menjadi pilar utama pembangunan perekonomian nasional melalui sumbangan devisa bagi negara.

Melalui perhatian dan dukungan pengembangan tersebut diharapkan kepariwisataan nasional akan memiliki kesiapan dan daya saing yang lebih tinggi untuk menangkap peluang dan dinamika industri pariwisata dunia yang semakin prospektif, dan secara khusus terkait tren peningkatan pergerakan wisatawan internasional ke kawasan Asia Pasifik dan khususnya kawasan ASEAN.

Dengan mendasarkan perkembangan di tataran global, serta potensi dan peluang yang dimiliki Indonesia sebagai destinasi pariwisata, maka Pemerintah menetapkan target kunjungan wisman sebesar 20 juta di tahun 2019 dan wisnus sebasar 275 juta perjalanan wisnus di tahun 2019, maupun kontribusi pada PDB nasional sebesar 15 % dan kontribusi devisa sebesar Rp. 280 Trilliun di tahun 2019.

Upaya serius yang dilakukan Pemerintah menunjukkan hasil yang menggembirakan dari tahun ke tahun ditandai dengan pencapaian target-target kunjungan tersebut, baik dari jumlah dan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia maupun juga peningkatan pergerakan perjalanan wisatawan nusantara.

Secara khusus, terkait dengan pengembangan pasar wisatawan nusantara, data BPS menunjukkan peningkatan perjalanan wisatawan nusantara yang meningkat setiap tahunnya, dengan peningkatan rata-rata 2% tiap tahun. Begitu juga dengan jumlah pengeluaran wisatawan nusantara yang meningkat yakni rata-rata 9% per tahun.

Pasar Wisatawan Nusantara perlu terus didorong pertumbuhannya untuk meningkatkan perjalanan lintas provinsi ataupun antara pulau. Hal ini masih menjadi tantangan besar dalam pengembangan pasar wisatawan nusantara yang saat ini masih didominasi perjalanan internal (di dalam wilayah provinsi).

Sebagai upaya untuk mendorong akselerasi pengembangan pariwisata nasional, Kementerian Pariwisata telah mencanangkan pengembangan 10 destinasi prioritas sebagai "Bali Baru" yang diharapkan akan dapat meningkatkan daya tarik dan daya saing pariwisata nasional dan meningkatkan perjalanan wisataan nusantara maupun mancanegara.

10 Destinasi Prioritas