Tinggalkan Defisit Rp 89 Miliar, Nurdin Abdullah Bantu Bantaeng Sebesar Rp 29 Miliar

2018-12-07 21:49:54 Wita | tribun-timur.com


/* $ = jQuery.noConflict(); $(document).ready(function(){ $('.txt-article > iframe, .txt-article > * > iframe').each(function() { var currentElement = $(this); var h = currentElement.attr("height"); var w = currentElement.attr("width"); var nw = $(window).width() - 30; var nh = (h / w) * nw; var r = h/w; currentElement.css({"max-width":"100%","width":nw+"px"}); if(r > 0.563 || r < 0.561) { if(nw < 500) nh = nh + 25; if(nw < 400) nh = nh + 40; if(nw < 300) nh = nh + 45; } currentElement.css("height",nh+"px"); //currentElement.css("height",currentElement.contents().find("body").height()+"px"); }); }); */

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Perayaan HUT ke-764 Bantaeng dipusatkan di Balai Kartini Bantaeng, Jl Kartini, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Jumat, (7/12/2018).

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof Nurdin Abdullah (NA) yang juga adalah mantan Bupati Bantaeng dua periode hadir pada hari jadi daerah berjuluk Butta Toa itu.

Bahkan ada kabar gembira dari perayaan HUT tersebut dengan kucuran dana dari Pemprov Sulsel untuk Kabupaten Bantaeng sebesar Rp 26 miliar.

"Saya tahu persis bahwa saya meninggalkan beberapa hal yang belum terselesaikan di Bantaeng, sehingga kami memberikan bantuan keuangan daerah ini," ujar Pak Prof, sapaan Nurdin Abdullah.

Dia berjanji bantuan kedepannya bakal lebih besar lagi, terlebih Bantaeng dipimpin Bupati yang masih muda dan visioner.

Sehingga Nurdin yakin bantuan tersebut mampu dimanfaatkan dan digunakan dengan sebaik-baiknya untuk Bantaeng.

Sekadar diketahui, Nurdin Abdullah meninggalkan defisit keuangan untuk Bantaeng sebesar 89 miliar pada penghujung pemerintahannya di Bantaeng.

Defisit itu pun menyambut awal pemerintahan Bupati Bantaeng yang baru, Ilham Syah Azikin dan Sahabuddin.

Sekretaris BPKD Bantaeng, Junaedi menyebutkan bahwa penyebab terjadinya defisit keuangan tersebut adalah tidak tercapainya target pendapatan dari sektor pajak dan retribusi.

"Ini adalah dampak dari rendahnya penyerapan target pajak dan retribusi, menyebabkan Pemkab kesulitan dalam memenuhi kebutuhan belanja sekitar 89 miliar pada APBD pokok," ujarnya, Minggu (26/8/2018) lalu. (*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:

Follow juga akun instagram official kami: