Unhas Juara Satu Nasional Bidang SDM

2018-09-14 21:54:39 Wita | tribun-timur.com


Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, saat ini menduduki peringkat ke-8 nasional dari empat ribu lebih perguruan tinggi di Indonesia. Posisi ini naik satu peringkat dari tahun sebelumnya yang menempatkan Unhas diperingkat sembilan nasional.

Pemeringkatan tahunan ini didasarkan pada akumulasi penilaian terhadap lima komponen, yaitu Sumber Daya Manusia (bobot 25%), Kelembagaan (bobot 28%), Kemahasiswaan (bobot 12%), Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (bobot, dan novasi (bobot 5%).

Dari hasil penilaian terhadap setiap komponen, kontribusi kenaikan ini disumbangkan oleh capaian dalam bidang SDM, yang meningkat tajam dari posisi ke-12 tahun 2017 lalu menjadi posisi ke-1 tahun 2018 ini. Hal ini berarti, dari sekitar 4.000-an perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia, komponen SDM Unhas dinilai memiliki posisi terbaik.

Dalam klasterisasi yang dilakukan oleh Kemenristek Dikti, komponen SDM memiliki tiga indikator, yaitu: jumlah dosen berpangkat akademik Lektor Kepala dan Guru Besar (profesor), jumlah dosen bergelar doktor, dan rasio dosen terhadap mahasiswa.

Sekretaris Universitas Hasanuddin, Prof Dr Ir Nasaruddin Salam MT mengatakan, capaian Unhas tersebut, merupakan hasil dari upaya sistematis yang dilakukan untuk pembenahan aspek SDM Unhas. Selama setahun, dirinya yang membidangi manajemen SDM Unhas secara serius melakukan langkah pembenahan. Apalagi, pada tahun 2016 posisi SDM Unhas berada di peringkat ke-10. Penurunan menjadi peringkat ke-12 tahun 2017 itu mendatangkan tanda tanya besar.

"Jumlah profesor kita adalah yang terbanyak di Indonesia. Dosen kita yang bergelar doktor sudah lebih seribu dari 1.700-an dosen. Akreditasi institusi kita A, artinya rasio dosen dan mahasiswa sudah sesuai standar. Kenapa peringkat SDM kita justru turun tahun lalu? Ternyata persoalannya adalah di manajemen dan data SDM. Maka, tahun lalu kami fokus disitu," kata Prof Nasaruddin dalam siaran persnya, Jumat (14/9/2018).

Upaya strategis yang dilakukan Unhas adalah melakukan penyisiran terhadap seluruh data dosen. Banyak sekali dosen yang sudah berpangkat Lektor Kepala tapi di sistem database masih tercantum Lektor. Begitu juga yang sudah berpangkat Guru Besar namun masih tercantum Lektor Kepala.

Di sisi lain, banyak dosen yang sudah bergelar akademik doktor namun di database masih tercantum master.

"Kita mendorong pembenahan data secara maksimal. Kita membentuk tim khusus untuk menyisir status dosen dan kita sesuaikan dengan database,"tambah Prof Nasaruddin.

Selain itu, secara proaktif bagian kepegawaian juga memantau status kepangkatan dosen. Jika sudah waktunya dosen untuk naik pangkat namun belum mengurus, maka dosen tersebut akan diingatkan.

"Banyak dosen yang karena kesibukannya lupa mengurus kenaikan pangkatnya. Ini kita surati. Walaupun surat itu sifatnya teguran, tapi banyak dosen yang merasa senang. Karena mereka ditegur untuk kebaikan mereka sendiri," kata Prof Nasaruddin.

Adapun tantangan ke depan Unhas adalah menjaga status peringkat terbaik bidang SDM ini. Apalagi sekarang beberapa kampus besar dari Jawa bahkan mau belajar ke Unhas tentang hal tersebut.