Warga Gowa Korban Pembantaian KKB Papua Rencana Lamar Kekasihnya

2018-12-07 23:46:28 Wita | tribun-timur.com


Laporan Wartawan Tribun Timur, Ari Maryadi

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Suasana duka menyelimuti kediaman Muh Agus di Dusun Bontang II, Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Jumat (7/12/2018).

Jenazah Muh Agus, korban penembakan kelompok kriminal sipil bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua, telah tiba di rumah duka, malam tadi.

Menurut ibunda M. Agus, Hasnawati Daeng Lenteng, ia masih sempat menerima telpon dari Agus pada 28 November 2018, beberapa hari jelang kematiannya.

Agus saat itu meminta agar ibunya tak risau memikirkan keadaannya di Papua.

"Tidak perlu pikirankan saya mama. Jangan sakiti hati'ta mama. Saya baik-baik di sini," kenang Hasnawati menirukan kata-kata Agus.

"Bagaimana caranya tidak kupikirkan'ki nak, na' tidak kulihat'ki pergi ke Papua dulu," balas Hasnawati ke Agus, saat bercerita kepada Tribun Timur.

M Agus tak sempat pamit kala pergi merantau ke Papua, 4 November 2017 lalu.

Kala itu, Hasnawati mengaku sedang tak berada di rumah.

Agus rupanya secara mendadak dijemput oleh Daeng Mile guna mengantarkan ke Papua.

"Saya tidak sempat melihat Agus pergi saat itu. Dia pergi tanpa pamit," kenang ibu empat anak ini.

Daeng Mile adalah Kepala Desa Bontoramba saat itu yang mengantar dan jadi penghubung M. Agus dengan PT Istaka Karya Papua.

Sebelum mengakhiri telepon, Agus berjanji ke ibunya akan pulang ke Gowa, Desember 2018 ini.

Agus berencana melamar kekasihnya, Eni.

Nahas, rencana kepulangan M. Agus untuk melamar batal. Agus pulang ke kampung halaman dalam keadaan tak bernyawa.