MAKASSAR.portalcelebes.com – Organisasi kemasyarakatan (Ormas) REWA 75 menghadirkan inovasi unik dalam pengelolaan sampah berbasis keberlanjutan dan kearifan lokal melalui penerapan sistem Teba modern.
Program ini diterapkan perdana di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, sebagai upaya nyata menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Penerapan Teba modern ini terbukti mampu menurunkan volume pengangkutan sampah ke TPA hingga 90 persen. Sistem tersebut difokuskan pada pengelolaan sampah organik rumah tangga, khususnya sisa makanan, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih, asri, dan sehat. Inisiatif ini sejalan dengan program Pemerintah Kota Makassar dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Ketua Dpc REWA’75 H.Arifin N’yala S.sos menjelaskan bahwa pembangunan Teba modern merupakan solusi cepat dan efektif untuk menekan volume sampah di perkotaan. Menurutnya, sistem ini memungkinkan setiap rumah tangga memiliki akses pengelolaan sampah secara mandiri.
“Pembangunan Teba modern menjadi solusi cepat untuk mengurangi volume sampah, terutama di Kota Makassar. Dengan sistem ini, setiap rumah tangga memiliki pengelolaan sampah yang efektif dan ramah lingkungan,” ujar H.Arifin
Ia menambahkan, program ini akan diperlihatkan kepada Pemerintah Kota Makassar sebagai bukti bahwa Ormas REWA 75 turut berperan aktif dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Selain itu, program Teba modern juga menjadi bagian dari kerja-kerja kreatif REWA 75 yang ke depan akan masuk dalam penilaian sembilan indikator RT/RW.
REWA 75 pun mengajak seluruh RT dan RW untuk bersinergi menerapkan Teba modern di wilayah masing-masing demi menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Harian DPP REWA 75, Gunawan, menjelaskan konsep Teba modern yang diterapkan di halaman rumah warga. Bentuknya menyerupai septic tank berukuran kecil berbentuk lingkaran seperti gorong-gorong dan dilengkapi dengan penutup.
“Teba ini hanya menampung sampah sisa makanan dari dalam rumah. Dalam waktu sekitar tiga bulan, sampah tersebut akan terurai dan menghasilkan pupuk organik yang ramah lingkungan,” jelas Gunawan.
Gunawan berharap penerapan Teba modern di lingkungan Kelurahan Antang dapat menjadi contoh bagi RT/RW lain di Kecamatan Manggala.
“Insyaallah, penerapan Teba di Kelurahan Antang bisa menjadi percontohan untuk diterapkan oleh RT/RW se Kota Kecamatan,” tutupnya.
Dengan hadirnya inovasi Teba modern, REWA 75 menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat demi Makassar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.













