MAKASSAR.portalcelebes.com- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Menggelar kegiatan sosialisasi perlindungan anak dilaksanakan sebagai bagian dari pelaksanaan Program Kerja KKN Individu dengan sasaran siswa kelas 4,5,6 Sekolah Dasar Inpres Sinoa Bantaeng.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman anak mengenai hak-hak anak, bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak, perundungan (bullying), serta bahaya pernikahan dini.
Pelaksanaan program kerja yang dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2026, mengusung tema “Sosialisasi Perlindungan anak”. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan kepada adik-adik selanjutnya, pemateri menyampaikan materi perlindungan anak menggunakan media Powerpoint dan poster yang disesuaikan dengan usia anak. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa.
Kegiatan seminar ini di hadiri oleh siswa dan siswi sekolah dasar sinoa, Kegiatan ini dipandu oleh salah satu mahasiswi KKN yang menjadi penanggung jawab dari kegiatan sosialisasi ini yaitu alfira yang berasal dari Teknik Kelautan.
Untuk meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa, kegiatan dilanjutkan dengan sesi permainan edukatif “Boleh atau Tidak Boleh”. Melalui permainan ini, siswa diajak untuk membedakan perilaku yang baik dan tidak baik dalam kehidupan sehari-hari. Siswa terlihat antusias dan aktif mengikuti jalannya permainan.
Kegiatan positif ini harus rutin dilakukan oleh berbagai pihak baik mahasiswa KKN yang akan datang ataupun Pihak Sekolah secara berkelanjutan, ujar Dosen Pendamping KKN Fadlan ahmad.
Agar terciptanya generasi Indonesia yang saling menyanyangi dan memberi support satu dengan yang lainnya untuk membangun Indonesia emas 2045. Generasi di tingkat SD kali ini kelak nanti akan memegang estafet kepemimpinan indonesia di masa yang akan datang. Oleh karena itu diperlukan mindset yang baik sejak dini untuk membedakan mana perilaku yang baik dan tidak. Agar indonesia kelak menjadi negara yang hebat dan di segani dunia, lanjutnya Dosen Muda yang pernah menjadi Tenaga Ahli menteri ini. “
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian pesan moral kepada siswa agar berani melindungi diri, saling menghargai, serta tidak ragu untuk bercerita kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami masalah. Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari siswa.













