MAKASSAR.portalcelebes.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mendorong keterlibatan generasi muda dalam proses pembangunan, mulai dari penyampaian aspirasi, perumusan kebijakan hingga pelaksanaan program.
Salah satu upaya yang disiapkan yakni memperluas Makassar Creative Hub (MCH) ke 15 kecamatan.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan hal tersebut saat membuka Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 di Aula Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (27/10/2026).
Kegiatan bertema “Dari Aksi Menjadi Kebijakan: Mengakar, Berdampak, dan Berkelanjutan” itu digelar Basaibu Wiki-Sulsel bersama Rumah Budaya Rumata
Basaibu Wiki adalah platform digital berbasis gaya wiki yang bertujuan untuk melestarikan bahasa daerah di Indonesia serta memberdayakan generasi muda agar aktif berpartisipasi dalam isu-arahan publik dan kebijakan.
Kongres menjadi ruang pertemuan gagasan pemuda, termasuk mengenai pembangunan daerah dan pelestarian budaya melalui teknologi digital.
“Lewat kongres sumpah Pemuda ini, merupakan momen penting bagi Pemerintah Kota untuk mendengarkan saran dan aspirasi generasi muda,” ujar Wali Kota yang karib disapa Appi.
Menurutnya, partisipasi pemuda tidak seharusnya berhenti pada forum diskusi.
Gagasan yang disampaikan perlu diterjemahkan menjadi solusi dan kebijakan yang menjawab persoalan masyarakat serta kebutuhan generasi mendatang.
“Pemuda tidak hanya perlu didengar, tetapi harus dilibatkan dalam merumuskan solusi dan kebijakan yang menyangkut masa depan daerah kita,” jelasnya.
Appi menilai, anak muda memiliki keunggulan dalam kreativitas, inovasi, dan penguasaan teknologi.
Potensi tersebut perlu mendapat ruang agar dapat berkontribusi langsung terhadap pembangunan, bukan sekadar menjadi bagian dari wacana bonus demografi.
“Pemuda membawa ide-ide kreatif dan penguasaan teknologi yang adaptif terhadap tantangan modern,” tuturnya.
Ia mengingatkan, besarnya jumlah penduduk usia produktif harus diikuti kesempatan untuk berkarya dan terlibat dalam perubahan.
Dengan begitu, bonus demografi dapat menjadi kekuatan yang menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita tidak bicara hanya tentang bonus demografi, tetapi bagaimana bonus demografi ini mampu bergerak menjadi sumber energi, kreativitas, dan inovasi yang menggerakkan perubahan,” jelasnya.
Untuk mendukung pengembangan potensi tersebut, Pemkot Makassar menghadirkan Makassar Creative Hub sebagai ruang interaksi, peningkatan keterampilan, dan pengembangan ide.
Fasilitas ini diharapkan menjadi tempat anak muda membangun kapasitas sekaligus menghasilkan inovasi yang berguna bagi lingkungan sekitarnya.
“Makassar Creative Hub ini dibangun menjadi ruang interaksi dan ruang akselerasi bagi pemuda untuk meningkatkan kemampuan diri mereka,” ungkapnya.
Appi menargetkan fasilitas tersebut dapat dikembangkan di 15 kecamatan selama lima tahun masa kepemimpinannya.
Perluasan itu diharapkan membuat akses terhadap ruang kreativitas tidak terpusat di satu lokasi, melainkan menjangkau lebih banyak anak muda di berbagai wilayah Makassar.
Ia juga menyoroti pentingnya membuka kesempatan bagi pelajar SMA dan SMK untuk mengembangkan kemampuan.
Meski pendidikan pada jenjang tersebut tidak berada langsung dalam kewenangan pemerintah kota, Pemkot Makassar tetap ingin menyediakan ruang pendukung bagi pengembangan potensi mereka.
Selain kreativitas, pelestarian bahasa dan budaya daerah menjadi salah satu isu yang disorot dalam kongres.
Appi mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendokumentasikan, memperkenalkan, dan menjaga bahasa daerah agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
“Tentu, kemajuan teknologi harus menjadi peluang bagi generasi muda untuk memperkenalkan, mendokumentasikan, dan mengembangkan bahasa daerah agar tetap relevan di tengah perubahan zaman,” kata Appi
Appi berharap rekomendasi kongres tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi ditindaklanjuti melalui kolaborasi dan program konkret.
Momentum menjelang Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 itu diharapkan memperkuat peran anak muda dalam menjaga identitas budaya, melahirkan inovasi, serta menentukan arah pembangunan Makassar.




