MAKASSAR.portalcelebes.com- Menjelang siang di hari Jumat, lantunan tarhim mulai berkumandang dari mesjid menandakan waktu salat sudah semakin dekat. Jalan-jalan perlahan dipenuhi oleh laki-laki dari berbagai usia, baik tua maupun muda, dewasa hingga anak-anak. Mereka berjalan menuju satu tujuan, yaitu masjid terdekat untuk menunaikan salah satu ketentuan Allah SWT, yakni melaksanakan salat Jumat secara berjamaah.
Kewajiban salat Jumat ditujukan bagi kaum laki-laki Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu, seperti baligh, berakal sehat, dan tidak sedang dalam perjalanan jauh. Sementara itu, bagi perempuan, anak-anak, dan orang yang memiliki uzur, pelaksanaan salat Jumat tidak diwajibkan, namun tetap mendapat pahala jika turut hadir untuk beribadah. Terlebih bagi anak-anak, pembiasaan mengikuti salat Jumat merupakan langkah penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini. Walaupun secara hukum fiqih anak-anak belum diwajibkan melaksanakannya karena belum baligh, kebiasaan ini membawa banyak manfaat, baik dari sisi spiritual, sosial, maupun pendidikan karakter.
Pembiasaan salat Jumat bagi siswa sekolah dasar SDI Tello Baru 1/2 bukan sekadar kegiatan rutin keagamaan, melainkan juga bagian dari pelaksanaan amanat pendidikan nasional.
Dalam Capaian Pembelajaran (CP) Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada elemen Fikih Fase B, salah satu tujuannya adalah agar peserta didik memahami salat Jumat dan salat sunnah. Artinya, sekolah memiliki tanggung jawab tidak hanya mengenalkan konsep ibadah secara teori, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut kepala sekolah SDI Tello Baru 1/2 rini ekawati Melalui pembiasaan salat Jumat, siswa tidak hanya memahami apa itu salat Jumat, tetapi juga mengalami dan mempraktikkannya secara langsung. Pengalaman ini menjadi bentuk pembelajaran kontekstual, dimana peserta didik belajar melalui tindakan nyata, bukan sekadar hafalan materi. Dengan ikut hadir ke masjid, mendengarkan khutbah, dan melaksanakan salat berjamaah, siswa memahami makna ibadah secara lebih mendalam. Bagaimana tata caranya, adab yang menyertainya, serta nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.
Selain itu, pembiasaan ini juga menumbuhkan karakter disiplin, tanggung jawab, serta rasa kebersamaan dalam beribadah. Ketiga nilai tersebut selaras dengan profil Pelajar Pancasila, yang menekankan pada dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. Dengan demikian, pembiasaan salat Jumat bukan hanya upaya sekolah dalam membina keimanan, tetapi juga bentuk nyata implementasi kurikulum nasional yang menuntun peserta didik menjadi pribadi religius dan berkarakter.




