MAKASSAR.portalcelebes.com– Keputusan penyidik membebaskan terduga pelaku dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah siswi sekolah dasar di Makassar menuai kekecewaan dari para orang tua korban.
Mereka mengaku khawatir karena sebagian anak hingga kini masih mengalami trauma, sementara terduga pelaku disebut tinggal tidak jauh dari lingkungan sekolah.
Kekecewaan itu disampaikan salah seorang orang tua korban berinisial LP. Ia mengaku keluarga korban tidak pernah mendapat pemberitahuan sebelum terduga pelaku dibebaskan.
“Kami sangat kecewa. Anak-anak kami masih trauma, tetapi pelaku sudah dibebaskan tanpa ada pemberitahuan kepada kami. Rumahnya juga dekat dengan sekolah, sehingga membuat kami semakin cemas,” ujarnya.
Menurut para orang tua, pembebasan terduga pelaku terjadi setelah salah satu pelapor mencabut laporannya karena diimingi uang Rp 3 juta.
Mereka menduga pencabutan laporan tersebut dilakukan setelah adanya kesepakatan damai antara pelapor dan keluarga terduga pelaku.
Informasi mengenai dugaan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Saat dimintai konfirmasi, penyidik yang menangani perkara, Ariyanto, membenarkan bahwa pembebasan dilakukan setelah pelapor pertama mencabut laporan.
“Pelapor atas nama Ibu Imelda mencabut laporannya dengan pertimbangan asas kemanusiaan. Kami juga telah berkoordinasi dengan DPPPA karena para korban lainnya berencana kembali membuat laporan agar proses hukum dapat berlanjut,” jelas Ariyanto melalui pesan WhatsApp.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, drg. Ita Isdiana Anwar, menegaskan pihaknya akan terus mendampingi para korban hingga proses penanganan perkara selesai.
“Kami sangat prihatin karena korbannya adalah anak-anak. DPPPA akan memberikan pendampingan secara maksimal dan terus berkoordinasi dengan kepolisian agar penanganan kasus ini tetap berjalan sesuai prosedur serta mengutamakan kepentingan terbaik bagi korban,” katanya.
Kasus ini kembali memunculkan perhatian masyarakat terhadap pentingnya perlindungan anak dalam proses penegakan hukum. Para orang tua berharap setiap laporan dari korban mendapat penanganan yang serius, transparan, dan mampu memberikan rasa aman bagi anak-anak yang terdampak.













