MAROS.portalcelebes.com– Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan, Husniah Talenrang, meresmikan program bedah rumah tidak layak huni di Kabupaten Maros.
Peresmian dilakukan di rumah milik Nursia, seorang warga Desa Tellupoccoe, Kecamatan Marusu, Rabu (14/1/2026).
Program bedah rumah tersebut dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.
“Alhamdulillah, program ini sejalan dengan apa yang diinginkan oleh pemerintah pusat. Anggarannya dari DPD bekerja sama dengan anggota dewan di wilayah masing-masing,” kata Husniah.
Dalam kunjungan yang sama, Husniah juga meresmikan Toko Harapan, sebuah program bantuan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari kalangan masyarakat miskin ekstrem, agar mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga.
“Toko Harapan ini kita berikan kepada masyarakat pelaku UMKM supaya mereka bisa mandiri secara ekonomi dan keluar dari kemiskinan ekstrem,” jelasnya.
Maros menjadi daerah keenam di Sulawesi Selatan yang dikunjungi Husniah dalam rangka peresmian Toko Harapan.
Ia menargetkan program tersebut dapat direalisasikan secara masif oleh seluruh kader PAN, khususnya anggota legislatif di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
“Satu anggota dewan kami targetkan menyelesaikan dua unit Toko Harapan setiap dua bulan,” ungkapnya.
Selain itu, Husniah juga meresmikan Sekretariat DPD PAN Kabupaten Maros, meluncurkan ambulans PAN, serta menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat sekitar.
Sementara itu, Ketua Formatur DPD PAN Kabupaten Maros, Muh Gemilang Pagessa, menyambut positif kunjungan Ketua DPW PAN Sulsel tersebut.
Menurutnya, kehadiran Husniah menjadi penyemangat bagi seluruh kader PAN di Maros untuk terus hadir dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Kehadiran Ibu Ketua DPW menjadi penyemangat bagi kami untuk terus hadir di kehidupan masyarakat Maros, sesuai dengan semangat PAN, yaitu bantu rakyat,” katanya.
Terpisah, penerima bantuan bedah rumah, Nursia (70), mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
Selama tiga tahun terakhir, ia hanya tinggal di sebuah gubuk beratap terpal dan beralaskan papan lapuk.
Kini, rumahnya telah dibangun lebih layak dengan dinding berwarna biru.
“Terima kasih banyak bantuannya, sekarang sudah ada rumah yang sebelumnya tidur di gubuh beratap tenda,” katanya.
Diketahui, Nursia di tinggal oleh lima orang anaknya yang merantau ke Malaysia dan Manokwari.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bekerja sebagai tukang bersih-bersih di dua rumah tetangganya.
Ia juga mengaku sangat terbantu dengan bantuan sosial yang diterimanya dari Dinas Sosial.



