PKB Dukung Langkah Wali Kota Makassar ‎

MAKASSAR.portalcelebes.com — Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Makassar, Andi Makmur Burhanuddin, menilai imbauan Wali Kota Makassar agar masyarakat tidak menyalakan petasan dan melakukan konvoi kendaraan pada malam pergantian Tahun Baru 2025–2026 sebagai kebijakan yang sarat nilai kemanusiaan dan kepekaan sosial.

‎Menurut Andi Makmur, kebijakan tersebut patut dimaknai lebih dari sekadar aturan ketertiban, tetapi sebagai ajakan moral kepada masyarakat untuk menumbuhkan empati di tengah situasi nasional yang masih diwarnai duka akibat bencana di sejumlah daerah.

‎“Ibauan ini bukan larangan yang kaku, tetapi panggilan nurani. Dalam budaya Makassar, kita mengenal nilai sirina pacce, yakni kepekaan untuk ikut merasakan penderitaan orang lain. Di saat saudara-saudara kita sedang berduka, sudah semestinya kita menahan euforia,” ujar Andi Makmur, Kamis (18/12).

‎Ia menilai, tradisi menyambut tahun baru tidak harus selalu identik dengan pesta, petasan, dan kebisingan. Menurutnya, perayaan yang sederhana justru mencerminkan kedewasaan sosial masyarakat perkotaan.

‎“Pergantian tahun bisa dimaknai sebagai momentum refleksi, bukan hanya perayaan. Menjaga ketenangan kota juga bagian dari penghormatan kepada sesama,” katanya.

‎Legislator PKB ini juga menekankan bahwa ketertiban dan keamanan kota tidak bisa hanya bergantung pada aparat, tetapi membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat. Dengan mengurangi aktivitas yang berpotensi mengganggu kenyamanan publik, warga turut berkontribusi menjaga situasi kondusif di Makassar.

‎“Kalau masyarakat mau menahan diri, aparat akan lebih mudah menjaga keamanan. Ini soal kerja bersama antara pemerintah dan warga,” tegasnya.

‎Andi Makmur berharap, malam pergantian tahun dapat dimanfaatkan warga Makassar untuk mempererat hubungan keluarga dan sosial di lingkungan masing-masing. Ia mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru sebagai titik awal memperkuat solidaritas dan nilai kemanusiaan.

‎“Makassar ini kota yang besar karena rasa kebersamaan. Jika nilai sirina pacce terus kita rawat, maka ketertiban, keamanan, dan kemanusiaan bisa berjalan seiring,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *