Indeks
kontak  

Jelang Munas IOF 2026, ARA Dorong Kapolri Suyudi Ario Seto Jadi Ketua Umum

MAKASSAR.portalcelebes.com – Menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Indonesia Off-Road Federation (IOF) yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Desember 2026, Ketua IOF Pengda Sulawesi Selatan, Adi Rasyid Ali (ARA), menyampaikan dukungan sekaligus harapannya agar Jendral.Pol. Suyudi Ario Seto bersedia maju sebagai calon Ketua Umum IOF Pusat periode berikutnya.

Menurut ARA, Suyudi merupakan figur yang memiliki kapasitas kepemimpinan, pengalaman organisasi, serta pemahaman terhadap dunia otomotif dan off-road. Terlebih, Suyudi bukan sosok baru di lingkungan IOF karena telah menjadi bagian dari kepengurusan pusat, khususnya yang membidangi kendaraan roda dua.

“Kami berharap Bapak Suyudi Ario Seto bersedia menerima aspirasi untuk memimpin IOF ke depan, dengan semangat memperkuat soliditas organisasi dan memperluas pengabdian kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan tagline IOF, Unity for Humanity, yang bermakna Persatuan untuk Kemanusiaan,” ujar ARA.

ARA menegaskan, IOF bukan sekadar organisasi pencinta otomotif dan petualangan, melainkan memiliki peran strategis dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, pelestarian lingkungan, serta penanggulangan bencana. Semangat Unity for Humanity menjadi landasan pengabdian organisasi yang selaras dengan komitmen Polri untuk senantiasa hadir bersama masyarakat. Dengan dukungan kendaraan khusus roda empat berpenggerak 4×4 maupun roda dua, anggota IOF memiliki kemampuan menjangkau wilayah terpencil dan medan ekstrem yang sulit dilalui kendaraan konvensional.

Kemampuan tersebut, lanjut ARA, menjadi kekuatan penting dalam mendukung penanganan bencana, khususnya ketika akses transportasi terputus akibat banjir, tanah longsor, maupun kondisi darurat lainnya.

“IOF memiliki potensi besar dalam membantu distribusi logistik, mobilisasi relawan, hingga mendukung operasi penyelamatan di daerah terdampak bencana. Inilah wujud nyata semangat Unity for Humanity, ketika persatuan dan solidaritas diwujudkan melalui aksi kemanusiaan,” jelasnya.

Untuk memperkuat kontribusi tersebut, ARA mendorong peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan penyelamatan (rescue training), kesiapsiagaan bencana, serta penguatan kerja sama dengan pemerintah, TNI, Polri, BNPB, Basarnas, dan berbagai unsur relawan kemanusiaan.

Menurutnya, profesionalisme dan kemampuan teknis anggota harus terus ditingkatkan agar IOF semakin siap memberikan bantuan nyata kepada masyarakat. Sinergi tersebut juga mencerminkan keselarasan antara semangat Unity for Humanity yang diusung IOF dan komitmen Polri untuk membangun kedekatan, pelayanan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Selain penanggulangan bencana, IOF juga dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah terpencil.

Melalui kegiatan ekspedisi off-road, organisasi ini dapat menjangkau desa-desa dengan keterbatasan akses sekaligus melaksanakan bakti sosial, penyaluran bantuan, pembenahan rumah ibadah, serta mendukung pembangunan fasilitas sosial yang dibutuhkan masyarakat.

ARA juga menyoroti potensi IOF sebagai penggerak promosi pariwisata daerah. Menurutnya, kegiatan ekspedisi off-road dapat menjadi sarana memperkenalkan destinasi wisata alam yang belum tereksplorasi secara optimal, sekaligus mendorong pelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Karena itu, ia berharap kegiatan IOF semakin terintegrasi dengan program pembangunan dan pengembangan pariwisata pemerintah, sehingga keberadaan organisasi tidak hanya memberikan manfaat bagi anggotanya, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Dengan berbagai potensi tersebut, ARA menilai IOF membutuhkan kepemimpinan yang mampu memperkuat konsolidasi nasional, membangun kolaborasi strategis, serta meningkatkan profesionalisme dan kontribusi organisasi.

Ia memandang Suyudi Ario Seto sebagai salah satu figur yang layak dipertimbangkan untuk membawa IOF semakin solid, progresif, dan berorientasi pada pengabdian kepada bangsa dan negara, sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Unity for Humanity melalui program kemanusiaan yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Meski demikian, ARA menegaskan bahwa usulan tersebut tetap mengedepankan etika organisasi, mekanisme demokratis sesuai AD/ART, serta penghormatan terhadap kepemimpinan Ketua Umum IOF Pusat saat ini, Irjen. Pol. Sambudi Gusdian.

“Kami tetap menghormati kepemimpinan beliau dan akan melakukan komunikasi, koordinasi, serta sowan sebagai bentuk penghargaan dan komitmen menjaga persatuan serta kesinambungan organisasi,” tegasnya.

ARA berharap Munas IOF pada 13 Desember 2026 menjadi momentum strategis untuk melahirkan kepemimpinan yang mampu memperkuat persaudaraan, soliditas, dan pengabdian organisasi, sekaligus meneguhkan semangat Unity for Humanity sebagai identitas dan arah perjuangan IOF dalam memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara.

“Siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin IOF harus mampu menjaga persatuan dan memperluas manfaat organisasi bagi masyarakat. IOF bukan hanya tentang kendaraan dan petualangan, tetapi juga tentang persaudaraan, kepedulian, dan pengabdian untuk Indonesia. Semangat Unity for Humanity, Persatuan untuk Kemanusiaan, harus menjadi kekuatan yang menyatukan seluruh anggota IOF untuk terus hadir dan berbuat bagi masyarakat,” pungkas ARA.

Exit mobile version