MAKASSAR.portalcelebes.com-Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, memberi lampu hijau terhadap opsi rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Kecamatan Manggala.
Hal ini disampaikan Menko Zulhas Usai berkunjung di TPA Antang Kota Makassar pada Jumat (06/02).
Dukungan pemerintah pusat itu disambut positif oleh DPRD Kota Makassar.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Nasir Rurung, menilai keputusan mengarahkan proyek strategis itu ke TPA Antang merupakan langkah paling rasional dari sisi efisiensi maupun penerimaan masyarakat.
“Alhamdulillah, apa yang disampaikan Pak Menko Zulhas sudah tepat. Ngapain jauh kalau ada yang dekat, tentu lebih efisien daripada kita ambil yang jauh. Saya kira itu jawaban yang sangat tepat, termasuk yang disampaikan Pak Wali Kota,” ujar Nasir.
Ia menegaskan, pemilihan lokasi harus mempertimbangkan efektivitas biaya investasi dan operasional. Menurutnya, opsi Antang jauh lebih ringan dibanding skenario pembangunan di wilayah seperti Tamalanrea.
“Ngapain kita ambil investasi yang mahal kalau ada yang lebih murah. Coba bandingkan, kalau di Tamalanrea anggarannya bisa sekian triliun, sementara di TPA Antang itu maksimal sekitar Rp2,7 triliun,” jelas Politisi PAN itu.
Selain biaya pembangunan, Nasir juga menyoroti potensi penghematan dari sisi operasional, khususnya ongkos pengangkutan sampah.
“Karena kalau ke Tamalanrea, biaya angkut sampah itu bisa hemat kurang lebih Rp20 miliar per tahun kalau lokasinya di Antang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, faktor penerimaan sosial menjadi pertimbangan penting. Menurutnya, pembangunan fasilitas pengolahan sampah akan lebih mudah direalisasikan di wilayah yang sejak awal telah terbiasa dengan aktivitas persampahan.
“Ngapain kita pilih lokasi yang ditolak masyarakat, sementara ada wilayah yang sudah menerima dan infrastrukturnya juga mendukung,” katanya.
Meski demikian, Nasir mengingatkan masih ada pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan Pemkot Makassar, terutama terkait kesiapan lahan. Untuk pembangunan PSEL dibutuhkan sekitar 7 hektare lahan.
“Kemarin Pemkot sudah beli tambahan lahan, tinggal kekurangannya yang insyaallah akan segera disiapkan, saya rasa ini bisa diselesaikan jika bekerja sama,” ujarnya.
Ia pun mendorong agar proses percepatan proyek segera dilakukan, mengingat persoalan sampah di Makassar membutuhkan solusi jangka panjang berbasis teknologi.
“Kami harap secepat mungkin direalisasikan supaya persoalan persampahan di Makassar bisa teratasi dengan hadirnya PSEL. Ini memang solusi yang kita tunggu,” tukas Nasir.



